Cibinong, PezatNews — Momentum Hari Pahlawan pada Senin (10/11) menjadi tonggak penting bagi SMA Plus PGRI Cibinong. Dua pimpinan baru resmi dilantik, yakni Dr. Iwan Cakrayana, S.T., S.Pd., M.Pd, sebagai Kepala SMA Plus PGRI Cibinong dan Afra Fitriani, S.S., S.Pd., M.Pd, sebagai Kepala SMA Plus Cibinong Reguler. Keduanya akan menjalankan masa bakti mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2029.
Pelantikan yang digelar di Ruang Guru SMA Plus PGRI Cibinong itu dipimpin langsung oleh Ketua Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Jawa Barat. Turut hadir Ketua YPLP PGRI Kabupaten Bogor, Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Pengawas Sekolah Ahli Madya, Komite Sekolah, Lurah Ciriung, Kapolsek serta Danramil, dan sejumlah guru serta perwakilan PGRI lainnya.
Perjuangan Panjang PGRI
Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Haji Amsohi, S.Pd., M.M, dalam sambutannya menekankan bahwa perkembangan sekolah-sekolah PGRI tidak terjadi secara instan. “Perjuangan ini panjang. Dulu banyak sekolah PGRI menumpang dari tempat ke tempat. Apa yang kita lihat hari ini adalah hasil dari kerja keras para pendahulu,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan para pemimpin baru untuk terus merawat amanah jabatan, bukan sekadar mempertahankannya. “Jabatan itu bukan untuk dipertahankan, tetapi dirawat. Pemimpin tidak boleh hanya duduk di tempat. Ia harus mengenal lingkungan dan melayani,” katanya.
Tiga Pesan Jawa: Ojo Lali, Ojo Dumeh, Ojo Ngoyo
Sementara itu, Wibowo Saputro, S.Pd., M.M.Pd, Ketua YPLP PGRI Kabupaten Bogor, menuturkan bahwa keberhasilan PGRI hari ini tidak lepas dari jerih payah para tokoh yang membangun sekolah sejak nol. Dalam amanatnya, ia membawakan tiga falsafah Jawa untuk dipegang para pemimpin muda:
• Ojo Lali — jangan melupakan perjuangan pendahulu.
• Ojo Dumeh— jangan sombong ketika sudah berada di puncak.
• Ojo Ngoyo — jangan memaksakan diri hingga terjebak ambisi berlebihan.
“Dulu sekolah mencari siswa. Sekarang, siswa yang mencari sekolah. Itu perjuangan, hasil keringat para guru dan tokoh PGRI,” katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Badan Pengurus Harian SMA Plus PGRI Cibinong, Dr. H. Basyarudin Thayib, M.Pd., mengenang perjalanan panjang sekolah sejak awal berdiri pada 1982. Ia bercerita bagaimana sekolah dibangun berbekal semangat dan kerja keras meski tidak memiliki modal besar.
“Tahun 1982 saya menerima 175 siswa pertama. Sejak itu kami tidak pernah berhenti membangun. Kalau masih ada upah tukang, artinya pembangunan tidak berhenti,” tuturnya mengenang.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sekolah hari ini lahir dari kerja keras yang konsisten. Basyarudin juga mengungkapkan pengorbanan pribadi yang harus dijalani selama puluhan tahun. “Saya bekerja 14 sampai 15 jam sehari. Tidak semua orang sanggup menjalani itu. Tetapi jika tidak punya modal, yang kita punya hanyalah kerja keras,” ujarnya.
Untuk itu beliau berpesan janji sumpah jabatan dilaksanakan dengan penuh amanah. “Ucapan Demi Allah itu adalah sebuah janji. Maka kita jangan main-main. Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Semoga ke depan itu, sekolah terus mengibarkan sayap-sayapnya untuk lebih maju lagi,” tegasnya.
Tantangan Kepemimpinan Baru Lebih Berat
Ketua Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Yusuf, S.Pd., M.M.Pd, menegaskan bahwa tugas kepala sekolah baru tidaklah ringan. Menurutnya, mempertahankan sekolah yang sudah berada di level tinggi justru lebih sulit daripada membangunnya.
“Kalau sudah di puncak, turun itu mudah. Naik ke jenjang yang lebih tinggi itulah tantangannya,” kata Yusuf. Ia juga menyebut pihaknya sengaja tidak memberikan penilaian sempurna dalam asesmen sekolah. “Jika nilainya sudah 100, tidak ada ruang untuk berkembang. Sekolah harus selalu punya target baru yang lebih tinggi.”
Dalam kesempatan itu, Ia turut menyoroti pengabdian panjang Dr. Basyarudin, yang telah mengabdi selama 42 tahun di PGRI sebelum menyerahkan estafet kepemimpinan dengan sukarela. “Beliau tidak diberhentikan, tetapi mundur dengan ikhlas karena melihat penerus yang siap. Ini teladan,” ujarnya.
Kolaborasi Keamanan Jadi Kunci Ketahanan Sekolah
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolsek dan Danramil yang selama ini turut menjaga keamanan lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa sejumlah sekolah PGRI tumbang bukan hanya karena persoalan internal, tetapi karena kurangnya kerja sama dengan aparatur kewilayahan.
“Kami titip pesan, bagi sekolah-sekolah yang belum bekerja sama dengan aparat wilayah, segera lakukan. Keamanan adalah syarat dasar sekolah yang sehat,” katanya.
Harapan Untuk Empat Tahun Mendatang
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas pendidikan di Cibinong. Dengan dukungan guru, komite, yayasan, serta pemerintah daerah, PGRI menargetkan prestasi sekolah terus meningkat.
“Selamat bekerja, selamat berjuang. Semoga sekolah ini semakin maju dan mampu mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar beliau menutup sambutan.
(Tim Liputan: Studentday Jurnalistik SMA Plus PGRI Cibinong)
[ngg src=”galleries” ids=”345″ display=”basic_thumbnail” thumbnail_crop=”0″]—————————–
Link Pendaftaran:
https://smapluspgri.info/pendaftaran
https://linktr.ee/smapluspgricibinong
—————————–
More Info:
Hotline: +62 813-8812-7557
—————————–
Semua program ini hanya ada di SMA Plus PGRI Cibinong dan SMA Plus PGRI Cibinong Reguler
“Sekolah Kader Bangsa”
—————————–
Social Media:
Twitter: SMA_PlusPGRI
Facebook: SMAPLUSPGRICBG
Instagram: smapluspgricibinong
Website: https://smapluspgri.sch.id/
Email: socialmediapesat@gmail.com
#smapluspgricibinong#SekolahKaderBangsa#quantumlearningschool#smapluspgricibinongpesat#pesat