KARYA TULIS ILMIAH Desember 2024 DIVISI RPL. “ANALISIS HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU BELAJAR SISWA SMA PLUS PGRI CIBINONG DENGAN KESEHATAN FISIK”

Sekolah-sekolah di Indonesia banyak yang menerapkan sistem Full Day School (FDS). Sistem ini membuat siswa belajar di sekolah kurang lebih 6-8 jam dalam satu hari dari pukul 07.00 sampai pukul 15.00. Bahkan ada beberapa siswa yang kewalahan dalam mengatur waktu belajar mereka karena memiliki jadwal tambahan di luar sekolah seperti bimbingan belajar, ekstrakulikuler, ataupun kerja kelompok.
Siswa sebagai subjek yang belajar di sekolah, siswa tidak pernah benar benar lepas dari kegiatan belajar, mengerjakan tugas dari guru dan lain sebagainya. Menurut Setiawan (2017), belajar adalah suatu proses aktivitas mental yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang bersifat positif dan menetap relatif lama melalui latihan atau pengalaman yang menyangkut aspek kepribadian baik secara fisik ataupun psikis. Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia banyak melakukan aktivitas akademik dan non akademik, siswa SMA diharapkan dapat berperan aktif dan rajin dalam mengikuti pembelajaran dan memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelajar yaitu belajar secara optimal sesuai tuntutan yang dihadapi. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka siswa diharapkan dapat melakukan tugas belajarnya secara tepat. Siswa tersebut datang ke sekolah tepat waktu, belajar sesuai jadwal dengan tidak membolos pada jam-jam mata pelajaran yang sedang berlangusng, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan tidak menunda-nunda untuk belajar atau mengerjakan tugas yang diberikan. Banyaknya tugas dan aktivitas yang diselesaikan siswa sangat membutuhkan strategi penyelesaian tugas. Setiap siswa memiliki strategi yang berbeda-beda, ada yang mengerjakan tugas dengan segera pada waktu yang telah ditentukan, dan ada yang menunda tugas. Membuang-buang waktu dan menunda penyelesaian tugas merupakan tanda bahwa seseorang tidak mau menggunakan waktu secara efektif. Penggunaan waktu yang tidak efisien merupakan kendala yang menyebabkan keterlambatan dalam menyelesaikan tugas.
Menurut Sandra dan Djalali (2013: 219), manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengetatan dan pengawasan produktifitas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya kerja yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Efisien bermakna pengurangan waktu yang ditentukan dan investasi menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan pada produktivitas yang berarti rasio output dengan input. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Yunita et al (2022: 213), manajemen waktu merupakan salah satu faktor internal yaitu proses mengelola diri sendiri, lebih menarik disini adalah ketidakmampuan yang diperlukan untuk mengatur diri sendiri, yakni kemampuan merencanakan, mendelegasikan, mengatur dan mengontrol. Peranan manajemen waktu sangat diperlukan dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, manajemen waktu merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi belajar. Manajemen waktu yang baik merupakan motor penggerak dan pendorong bagi individu untuk belajar, sehingga didalam belajar individu akan lebih bersemangat dan tidak lekas bosan dengan materi pelajaran yang dipelajari dan seiring dengan hal ini dapat meningkatkan prestasi belajar. Jika prestasi belajar yang rendah kemungkinan dalam cara belajar yang diterapkan kurang baik dan kurangnya menghargai waktu atau manajemen waktu belajarnya yang tidak baik.
Namun, fenomena yang terjadi di lapangan berdasarkan penelitian Syartissaputri, dkk, (2014: 88-89), menyatakan bahwa adanya ketidakseimbangan penggunaan waktu siswa untuk belajar dan bermain dan salah satu penyebab siswa terlambat datang ke sekolah juga dikarenakan sistem manajemen waktu yang
kurang baik.
Chen et al. (2014), menjelaskan bahwa banyak siswa mengalami gangguan kesehatan, yang ditandai dengan berbagai gejala fisik dan psikologis. Kondisi ini dapat secara signifikan mempengaruhi kinerja akademik mereka dan kesejahteraan secara keseluruhan. Manajemen waktu yang buruk dapat memperburuk perasaan stres dan kesehatan. Kemampuan siswa untuk mengelola waktu mereka secara efektif terkait dengan kesehatan dan keberhasilan akademik mereka. Gejala fisik yang sering menjadi akibatnya adalah kelelahan, gangguan tidur (insomnia dan pola tidur yang tidak teratur), sakit kepala, masalah pencernaan (maag, diare, dan makan tidak teratur), dan nyeri pada tubuh.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil judul “Analisis Hubungan Manajemen Waktu Belajar Siswa SMA Plus PGRI Cibinong dengan Kesehatan Fisik.”

https://drive.google.com/drive/folders/1l6A3H-BoRvnSCZE-tmZ_9I5eQVKzq9KY?usp=sharing
Dibuat Oleh: Andita Meisya Putri