Mini Workshop & Campus Tour: Unlock Your “Main Character Energy”

Dalam rangka memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus memperluas wawasan siswa tentang dunia perkuliahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan sukses menyelenggarakan kegiatan Mini Workshop and Campus Tour dengan tema “Main Character Energy: Be the Best Version of Yourself in the Content World.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan.

Event ini dirancang sebagai insightful experience bagi siswa untuk lebih mengenal dunia kampus sekaligus memahami bagaimana komunikasi berperan penting dalam membangun personal branding melalui konten digital yang impactful dan relatable. Fokus utama kegiatan ini sebenarnya ditujukan untuk siswa kelas XII sebagai bekal menuju next chapter di dunia perkuliahan. Namun, karena keterbatasan kehadiran, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan siswa kelas XI reguler.

Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan tujuh SMA dan SMK se-Kabupaten dan Kota Bogor, didampingi oleh guru BK. Kegiatan ini menghadirkan para narasumber yang tidak hanya akademik tetapi juga industry practitioner, yaitu:

  • Dr. Muslim, M.Si (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya)
  • Valianty Sariswara, M.I.Kom (Wakil Koordinator PKL dan Dosen Ilmu Komunikasi)
  • Dyah Kristyowati, S.S., M.Hum (Kaprodi Sastra Inggris)
  • Ratih Siti Aminah, M.Si (Kaprodi Ilmu Komunikasi)
  • Fadhil Camui (Producer, Music Director, radio announcer, podcaster, dan content creator)

Dalam sesi workshop, peserta mendapatkan banyak valuable insights tentang bagaimana membangun versi terbaik diri di era digital. Salah satu highlight yang langsung catch everyone’s attention adalah jargon: “Kita buat algoritma sendiri, biar algoritma yang ngikutin konten kita.” Pesan ini menegaskan bahwa untuk bisa stand out di dunia konten, konsistensi adalah key. Dengan terus berkarya dan memahami audience, konten yang dibuat akan menemukan momentumnya sendiri hingga berpotensi menjadi FYP.

Selain itu, narasumber juga menekankan bahwa strong personal branding dimulai dari pengalaman diri yang autentik. Dari sana, individu dapat membangun persepsi, menciptakan diferensiasi, dan akhirnya memiliki identitas yang kuat. Identitas inilah yang akan membentuk ekspektasi bernilai di mata audiens. Tidak kalah penting, peserta juga diajak untuk menghindari limiting mindset, seperti kebiasaan mengatakan “ah, tapi…”. Pola pikir ini dinilai dapat menghambat perkembangan diri dan mengurangi peluang untuk berkembang, terutama di dunia kreatif yang sangat dinamis.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif dan interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa topik yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan gambaran nyata tentang dunia perkuliahan, tetapi juga terdorong untuk level up, menjadi lebih percaya diri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.

Because at the end of the day, everyone has the chance to be the main character in their own story–as long as they are willing to start and stay consistent.

Leave a Reply